Pesona Pantai Mediterania di Marseille

 

Page-3
 Note : Photo-photo di halaman ini adalah hak milik TravelXpose magazine

Bila pada suatu hari Anda berkesempatan pergi ke Prancis, sebaiknya jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Marseille. Kota terbesar kedua setelah kota Paris ini memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Disini banyak ditemui bangunan kuno bersejarah, pelabuhan tua dan pantainya yang indah tentu saja.

Sebagaimana kota-kota di wilayah Prancis Tenggara dan Selatan lainnya, seperti Cannes, Nice, Saint Tropez, kota Marseille terletak di tepi pantai Mediterania, laut Tengah. Cuacanya yang cerah dengan matahari yang bersinar sepanjang tahun, meskipun pada musim dingin, membuat kota ini menjadi tujuan wisata para turis, antara lain dari negara-negara Eropa Utara. Angin Mistral yang bertiup dari Utara pada musim gugur, membawa awan yang cerah dan udara kering di kawasan ini.

Nama Marseille berasal dari “Massalla” (artinya kota di pinggir laut). Konon kota ini didirikan sekitar 600 tahun Sebelum Masehi oleh para pelaut Yunani Kuno yang dulu banyak singgah di kota ini.  Karena letaknya yang menghadap laut Mediterania, sangat strategis untuk merapatnya kapal-kapal dagang, sehingga menjadi tempat persinggahan para pedagang pada waktu itu seperti dari Spanyol, Itali, dan Portugis. Selain itu, Marseille yang juga terletak di région Provence-Alpes-Côte d’Azur (PACA) sangat dekat dengan perbatasan dengan benua Afrika, maka tidak heran jika banyak imigran dari Afrika yang berdatangan ke kota ini seperti dari Aljazair, Maroko, Tunisia dan negara-negara di Afrika bekas jajahan Prancis lainnya. Maka jangan heran bila disini Anda mendengar bahasa percakapan yang beragam, antara lain bahasa dengan aksen Spanyol, Prancis dan Itali (yang dikenal dengan bahasa “Provençal”) dan bahasa Arab.

Selain terkenal dengan pelabuhannya, bangunan yang didirikan di atas bukit-bukit cadas menjadi salah satu ciri kota ini. Bangunan moderen berdampingan dengan bangunan tua terdapat di hampir setiap sudut kotanya. Berpadu dengan birunya Laut Mediterania, menjadikan suasana kota ini eksotik, unik dan menarik untuk dijelajahi.

Anda penasaran ? Mari kita coba datangi satu persatu obyek wisata yang terdapat di Marseille.

BANGUNAN BERSEJARAH

Bila Anda tiba di Marseille, baik dengan pesawat terbang maupun kereta api dan menuju pusat kota, pemandangan yang terlihat sepanjang jalan adalah hamparan pantai Mediterania yang indah, deburan ombak dan burung-burung camar yang beterbangan. Sangat eksotis.. Memasuki pusat kota, Anda akan menemukan ‘Gereja Saint Victor’, sebuah bangunan besar, kuno yang merupakan peninggalan jaman Romawi abad IV Masehi. Temboknya yang menyerupai benteng masih kokoh berdiri. Gereja ini terletak di Rue (jalan) de l’Abbaye no. 3, Marseille, dan buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 19.00.

church Saint Victor

Dari Gereja St. Victor, kita lanjutkan perjalanan menyusuri tepian pantai menuju pusat kota untuk mengunjungi salah satu ikon kota Marseille. Apa lagi kalau bukan gereja Notre Dame de la Garde yang terkenal itu. Tidak afdol rasanya kalau Anda pergi ke Marseille tanpa mengunjungi gereja ini. Notre Dame de la Garde terletak di atas bukit dengan ketinggian 162 meter. Jangan kuatir kelelahan harus mendaki setinggi itu karena tersedia bus khusus menuju ke gereja ini. Setibanya di atas, Anda pasti akan berkata “Woow … keren..” atau setidaknya berdecak kagum, karena pemandangan dari atas bukit memang sangat indah. Anda bisa memandang kota Marseille dan sekaligus birunya laut Mediterania dari ketinggian. Benar-benar eksotik..

Gereja ini dibangun pada abad ke-13 selama lebih kurang 5 tahun. Notre Dame de la Garde yang berarti Bunda Kami Sang Pelindung. Penduduk setempat menamai gereja ini sebagai “la bonne mère” atau “Bunda yang baik hati” karena tujuannya gereja ini didirikan adalah untuk menghormati Bunda Maria. Pada gereja ini terdapat menara setinggi 60 meter dengan patung Bunda Maria sedang menggendong bayi Yesus yang dilapisi emas pada puncaknya. Interiornya juga sangat menarik, terbuat dari pualam, mosaik atau kepingan batu. Dindingnya dipenuhi gambar-gambar yang indah. Entah apa ada hubungannya, tetapi bila diperhatikan, relung-relungnya yang bergaris-garis itu mirip dengan interior mesjid Nabawi di Madinah. Di langit-langitnya ini tergantung miniatur perahu sebagai tanda terima kasih para pelaut karena telah dilindungi dari bahaya. Gereja ini dibuka setiap hari Kamis sampai dengan Minggu, dari pukul 11.00 – 17.00.

???????????????????????????????

Selain Notre Dame de la Gare, masih ada tempat menarik lainnya yang bisa didatangi. Salah satunya adalah La Cathedrale de la Nouvelle Major yang terletak di jalan La Joliette, 13002 Marseille. Katedral ini dibangun atas perintah Napoleon III di abad 19, menghabiskan dana sebesar 14 juta Franc mata uang emas. Diperlukan waktu 20 tahun untuk mengumpulkan dana untuk menyelesaikan interiornya. Katedral ini menampilkan pahatan-pahatan dan mosaik yang sangat indah. Buka setiap hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 09.00 – pukul 12.00 dan pukul 14.30 – pukul 17.30. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk.

 Palais du Pharo juga merupakan salah satu tempat yang menarik bagi wisatawan. Bangunannya didirikan pada abad 19 sebagai tempat tinggal Napoleon III. Disini seringkali digelar pameran dan merupakan kesempatan baik bagi pengunjung untuk melihat interior dalamnya. Bangunan ini sering pula digunakan pula sebagai tempat konferensi dan acara-acara resepsi dan dibuka setiap hari.

Kemudian terdapat Abbey Saint Victor, salah satu gereja tertua dan terindah di Marseille dan menyimpan banyak kisah historis.

Selain itu Anda juga bisa mengunjungi Benteng Saint Jean. Benteng ini merupakan bangunan pertahanan di Marseille yang dibangun pada tahun 1660 oleh Raja Lous XIV di pintu gerbang Vieux Port. Sejak tahun 2013 ini benteng tersebut terhubung oleh sebuah jembatan ke distrik Le Panier dan ke Museum Nasional Prancis pertama yang terdapat di luar kota Paris, yang disebut  Museé des Civilisations de l’Europe et de la Mediterranée. 

 Selain Benteng Saint Jean, di Marseille juga terdapat Benteng Saint-Nicolas. Benteng Saint Nicholas adalah tempat pertahanan yang juga dibangun oleh Raja Louis XIV antara tahun 1660 dan 1664. Pada saat itu, tujuannya adalah untuk melindungi kota pelabuhan tersebut, tetapi juga untuk mencegah pemberontakan rakyat terhadap gubernur mereka. Di abad ke 18 benteng Saint Nicholas digunakan sebagai penjara militer. Kemudian pada awal abad ke 19, benteng yang sempat mengalami kerusakan ini di restorasi.

PESONA PANTAI MEDITERANIA

Puas berkeliling kota.. sekarang kita lanjutkan perjalanan menyusuri tepian pantai. Disini mulai tercium aroma laut yang khas, yang akan terus menemani kita hingga tiba di pelabuhan tua ‘Le Vieux Port’ . Sampai dengan abad ke-19, pelabuhan ini menjadi pusat kegiatan maritim di Marseille. Sekarang, pelabuhan tua ini menjadi perkampungan nelayan. Anda akan menyaksikan kehidupan nelayan yang hangat di Le Vieux-Port dengan kios-kios tradisionalnya, pasar ikan dimana nelayan menjual hasil laut tangkapannya dan rumah-rumah makan yang menyajikan makanan lezat. Selain itu, pelabuhan ini juga menjadi tempat penambatan kapal-kapal kecil milik penduduk yang dapat juga disewa oleh wisatawan. Kapal tersebut bisa digunakan untuk memancing maupun untuk berpesiar. Namun bila Anda tidak punya cukup uang untuk menyewa sebuah kapal layar, Anda bisa juga menaiki kapal wisata dengan biaya sekitar 10 Euro per orang untuk berlayar ke pulau terkecil dari kepulauan Frioul yang letaknya kira-kira 25 menit dari pantai.

Le Vieux Port

Di pulau ini, terletak Chateau (kastil) d’If, sebuah bangunan kokoh peninggalan abad VI yang juga merupakan peninggalan Bangsa Romawi. Bangunannya berbentuk persegi bertingkat tiga. Kastil ini diapit oleh tiga buah menara dengan pintu masuk yang besar. Dulunya Chateau d’If adalah benteng pertahanan militer, kemudian juga pernah dijadikan penjara bagi tahanan politik dan agama. Selain itu Chateau d’If juga disebut-sebut dalam novel karangan penulis terkenal, Alexander Dumas “Le Comte de Monte Christo” yang konon pernah dipenjara disana. Saat ini, bangunan tersebut dijadikan museum benda-benda bersejarah. Halaman kastil yang luas juga sering dipakai oleh para wisatawan untuk berjemur di bawah matahari bila cuaca baik di musim panas. Kastil ini dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 dari dermaga di Le Vieux Port. Penyeberangan terakhir kembali ke dermaga Le Vieux Port adalah pukul 18.30.

Setelah puas menjelajahi Chateau d’If, petualangan kita berlanjut ke tepian pantai di Marseille, yang juga menyimpan sejumlah obyek wisata yang tak kalah menariknya. Mari kita melangkah ke Vallon des Auffes. Desa nelayan yang indah ini namanya berasal dari jenis rerumputan yang digunakan untuk membuat tali dan jaring ikan. Tempat ini sangat terkenal di Marseille, meskipun demikian ada beberapa tempat indah lain didekatnya yang belum banyak diketahui wisatawan seperti Vallon de Malmousque dan Vallon de la Fausse Monnaie (uang palsu), yang namanya terinspirasi oleh penemuan alat pembuat uang palsu pada saat pembangunan jembatan didekatnya.

Anda dapat menjelajah tempat pemancingan di Vallon des Auffes, menyusuri tepian pantai dimana tertambat perahu-perahu kecil milik nelayan yang beraneka warna cerah, seperti merah, biru dan kuning. Selain itu juga terdapat pondok-pondok di tepi pantai sampai akhirnya menyusuri jalan-jalan setapak yang sangat indah pemandangannya. Kedamaian tempat ini seolah menginspirasi kita untuk sekedar menulis puisi atau mengambil kuas untuk melukis.

Letak tempat wisata Vallon des Auffes ini berjarak 2 kilometer atau 20 sampai 30 menit berjalan kaki dari pelabuhan tua Le Vieux Port, dekat dengan pelabuhan Malmousque dan pantai Catalans. Anda juga bisa naik bus nomor 83 dari Le Vieux Port. Tempat-tempat ini seakan merupakan gabungan dari ciri khas daerah Marseille yang penuh warna dan ramah. Banyak turis lokal yang sudah berpakaian renang atau berbalut handuk turun dari bus untuk berenang dan berjemur dibawah sinar matahari. Laut hanya berjarak beberapa langkah dari jalan utama, lalu menuruni jalan pemukiman yang sempit dan sepi. Kalau tiba pada sore hari, pastikan Anda membawa minuman, makanan atau bekal lain untuk berpiknik. Bila musim dingin tiba, tempat ini juga sering dipakai untuk bermain layang-layang.

Bila Anda tidak membawa bekal, makanan atau minuman, jangan kuatir akan kelaparan. Ada tempat-tempat makan yang menyajikan hidangan hasil laut yang lumayan enak seperti masakan bouillabaisse, makanan khas daerah Perancis Selatan. Disini terdapat juga rumah makan yang menyajikan hidangan Italia seperti pizza dan aneka hidangan dari kerang.

La Corniche adalah sebutan untuk jalan setapak yang mengikuti garis pantai, mulai dari Catalans (terletak di dekat pintu masuk ke Le Vieux Port) sampai menjumpai patung Daud yang terbuat dari marmer. Patung ini merupakan tiruan dari patung terkenal karya Michel Angelo. Anda akan mencapai pantai Prado, tempat yang populer di kalangan penduduk setempat untuk berjemur dan berenang di musim panas. Kemudian teruskan melangkah sepanjang jalan menuju ke La Pointe Rouge, di mana Anda akan menemukan lebih banyak lagi pantai, sebuah pelabuhan kecil dan banyak toko-toko yang menjual perlengkapan surfing karena daerah tersebut merupakan salah satu tempat yang populer untuk berbagai jenis olahraga air. Oriol Corniche adalah tempat terbaik dimana Anda bisa memandang tepi pantai dan Chateau d’If dari kejauhan.

Page-12

TAMAN-TAMAN KOTA MARSEILLE

Bila Anda ingin berekreasi di naungan pohon-pohon nan teduh dan taman yang indah, tak ada salahnya bila Anda mendatangi taman-taman di kota Marseille ini.

 Parc Borély, terletak di Avenue du Parc Borély. Taman ini adalah taman paling besar dan paling terkenal di Marseille dibandingkan dengan taman-taman lainnya. Dilahan seluas 54 hektar terdapat kolam dan danau yang indah, kebun bunga mawar, pohon-pohon palem dan kebun raya. Sebuah rumah pedesaan dari abad 18 menghiasi taman yang indah ini. Selain itu masih banyak atraksi dan kegiatan rekreasi yang dapat dilakukaan disini, misalnya mengajak anak-anak memberi makan bebek atau berkeliling dengan perahu di danau. Bersepeda juga tidak dilarang lho.. Anda bisa menyewa sepeda di pintu masuk. Memang tak salah mengujungi taman ini kalau Anda ingin bersantai sejenak dari kesibukan kota. Taman ini dibuka setiap hari dari pukul 06.00 – pukul 21.00, tanpa dikenakan biaya. Di sebelahnya terletak Hippodrome, stadion untuk pacuan kuda dan lapangan golf.

Jardin du Pharo, terletak di Boulevard Charles-Livon 58, Marseille. Taman ini mengelilingi Palais (istana) du Pharo, yang dibangun oleh Napoleon III di atas sebidang tanah yang diberikan oleh warga Marseille. Dari taman ini kita dapat menyaksikan pemandangan ke arah Pelabuhan Tua (Le Vieux Port) maupun ke arah kota. Disini juga terdapat arena permainan anak-anak. Taman ini buka setiap hari dari pukul 08.00 – pukul 22.00 tanpa dipungut biaya.

 Jardin Pierre Puge, terletak di Avenue Abbé-Dassy, Marseille. Taman ini merupakan taman tertua di kota Marseille yang dibuat pada abad ke-19. Dari taman ini Anda bisa menikmati pemandangan Le Vieux Port. Buka setiap hari dengan jadwal yang beragam. Bulan Januari – Februari: pukul 08.00 – 17.30; Bulan Maret dan April, September dan Oktober : pukul 08.00 – 19.00; Bulan Mei – Augustus: pukul 08.00 – pukul 20.00 tanpa dipungut biaya masuk.

MARSEILLE DAN SEPAKBOLA

Jangan lupa, bagi Anda yang penggemar sepak bola, Stadion Velodrome jangan sampai terlewatkan. Stadion ini terdapat di Boulevard Michelet  no 3, Marseille, sebelah selatan kota Marseille. Anda bisa mencapai stadion dengan menaiki metro line 2, naik dari stasiun mana saja di pusat kota, lalu turun di stasiun Rond-Point du Prado atau Sainte Marguerite Dromel.

Penduduk kota ini memang pecinta olah raga sepak bola. Olympique de Marseille merupakan klub sepak bola  kebanggaan kota ini. Dari klub inilah lahir sejumlah pemain sepak bola Perancis. Sebut saja seperti, Jean–Pierre Papin, Michel Platini, dan Fabien Barthez.

Tidak heran jika lalu Stadion Velodrome menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat Marseille. Bagi wisatawan, stadion ini kemudian menjadi menarik karena daya tampungnya yang besar (cukup untuk menampung sekitar enam puluh ribu penonton), bentuknya yang unik, dan bergaya futuristik.

stadion velodrome

Stadion Velodrome,  yang pernah digunakan sebagai tempat pertandingan sepak bola Piala Dunia tahun 1998 ini, tak hanya ramai saat ada pertandingan sepak bola saja. Pada setiap akhir pekan , kecuali di musim dingin, tempat ini hampir selalu penuh dengan orang dewasa dan anak-anak yang memamerkan kepiawaian mereka bermain roller skate di halaman stadion. Atraksi mereka ini mengundang banyak orang untuk datang dan menyaksikan kebolehan mereka. Stadion ini juga memiliki lintasan sepeda dan lari. Saat ini stadion sedang direnovasi secara bertahap untuk persiapan turnamen Euro 2016. Bila sudah selesai diperkirakan stadion ini akan sanggup memiliki kapasitas 67.000 tempat duduk pada tahun 2014. Anda juga bisa lho.. tour berkeliling stadion ini dengan bantuan pemandu wisata. Anda bisa melihat ruang ganti pemain sepak bola, ruangan pers dan area VIP. Tour berlangsung selama 60 menit, setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu atau pada saat liburan sekolah. Tiket dapat dibeli online atau ditempat-tempat penjualan tiket. Biayanya 10 Euro per orang.

Bila Anda pecinta barang-barang kuno, jangan lewatkan untuk berkunjung ke museum-museum ini :

  • Musée d’Archéologie Méditerranéenne – menyimpan artefak-artefak dari daerah setempat dan juga beberapa peninggalan berharga dari Mesir
  • Musée d’Histoire Naturelle – museum sejarah alam populer yang menyimpan beragam informasi tentang “natural world”. Museum ini terdiri dari beberapa bagian, pra sejarah, evolusi dan osteologi. Disini Anda bisa melihat proses evolusi manusia dan contoh-contoh fosil yang ditemukan di daerah Provence. Yang paling menarik adalah – terutama bila Anda mengajak anak kecil – adanya Museum Safari yang memperlihatkan replika 300 jenis binatang termasuk jerapah, gajah, harimau, singa dan burung kakatua. Museum ini terletak di Palais Longchamp. Alamatnya : Muséum d’Histoire Naturelle, boulevard du Jardin Zoologique, 13004 Marseille. Untuk mencapai tempat ini, bisa menggunakan metro tujuan La Rose; turun di Cinq Avenues Longchamp, lalu naik trem line 2 atau bus nomor 81.
  • Musée de la Mode – menyimpan koleksi mode Prancis yang tersohor
  • Musée du Vieux Marseille – yang penuh dengan sejarah dan informasi tentang kota Marseille dimasa lampau.
  • Musée Cantini – menyimpan koleksi seni modern dan lukisan-lukisan seniman terkenal abad 20
  • Marseille’s Musée des Beaux-Arts – mempunyai koleksi pahatan yang dibuat oleh pemahat Puget
  • Musium Maritim – Sejarah Marseille sangat berkaitan erat dengan maritim di masa lalu dan di musium inilah kita bisa melihatnya. Di musium ini terdapat dua koridor di sepanjang sisi Central Hall of the Bourse atau Chamber of Commerce (Kamar Dagang). Di lemari pajang disepanjang koridor ini terdapat miniatur-miniatur kapal seperti kapal uap, dan juga barang-barang yang dibawa pada waktu berlayar seperti peta, lonceng penyelam kuno dan perlengkapan lain-lain dari tahun 1930an.


musee de la modeMusée de la Mode

palais longchamp

Palais Longchamps

 

HOP ON HOP OFF TOUR

Bagaimana bila Anda tidak mempunyai banyak waktu untuk berwisata di kota Marseille ini ? Jangan kuatir… Anda tetap bisa menikmati keindahan Marseille dengan mengikuti Hop On Hop Off tour. Dengan membeli tiket terusan, Anda akan dibawa berkeliling kota dengan bus turis yang nyaman, meliwati obyek-obyek wisata yang ada di Marseille. Bila Anda tertarik dengan suatu obyek wisata, Anda dapat turun untuk melihat-lihat, kemudian menunggu bus berikutnya untuk melanjutkan perjalanan mengunjungi obyek wisata lainnya tanpa harus membayar lagi.

hop on hop off

Bus wisata ini mempunyai anjungan terbuka di bagian atas sehingga Anda dapat menikmati pemandangan sepanjang jalan dengan leluasa, tanpa terhalang oleh atap bus. Tetapi harap berhati-hati juga…jangan sekali-kali berdiri bila bus sedang berjalan, kalau Anda tidak mau terbentur dahan atau ranting pepohonan. Bus ini akan berhenti di 13 halte dimana Anda bisa naik dan turun (hop on hop off) sesukanya. Tiket terusan tersedia dengan pilihan 1 hari atau 2 hari tour. Di setiap kursi disediakan pula earphone, sehingga Anda bisa sambil mendengarkan penjelasan mengenai obyek wisata yang sedang dilalui yang tersedia dalam beberapa bahasa.

Jarak keberangkatan antara satu bus dengan bus yang berikutnya adalah satu jam. Jadi Anda bisa agak leluasa mengunjungi obyek wisata tertentu. Biayanya mulai dari 17,10 Euro per orang, termasuk mendengarkan rekaman penjelasan dari earphone.

Adapun tempat-tempat wisata yang dilalui bus ini antara lain adalah : Le Vieux Port, Benteng Saint Nicolas, Vallon des Auffes, Corniche Talabot, Oriol Corniche, Notre Dame de la Garde, Gereja Saint Victor dan Benteng Saint Jean.

 

MODA TRANSPORTASI

Untuk menjelajahi kota Marseille secara individu, atau tidak mengikuti grup tour, Anda bisa memilih berbagai moda transportasi yang tersedia. Ada dua line metro (biru dan merah) yang disediakan oleh RTM (Regie de Transport de Marseille), siap membawa Anda berkeliling Marseille dan daerah pinggirannya. Lebih dari 80 rute bus dan dua line trem juga tersedia.

Karcis dapat dibeli di setiap stasiun metro, di kantor RTM atau toko-toko yang memasang logo RTM (biru dan putih) di jendelanya. Ada tiket harian yang berlaku sehari dan tiga hari. Juga ada kartu mingguan. Tiket-tiket ini harus di validasi dulu, kalau tidak Anda akan bermasalah pada saat ingin menggunakannya.

trem     stasiun SNCF

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan taksi. Beberapa jenis taksi yang beroperasi di Marseille, diantaranya Taxis Plus, Taxi Radio Marseille dan Taxi Tupp Radio. Bila Anda memberi tip kepada pengemudinya, mereka akan menerima, meskipun mereka juga tidak meminta.

Bagaimana bila mengendarai mobil sendiri ? Dapat dibilang, kalau Anda menyetir sendiri di Marseille, Anda akan cepat naik darah, karena pengemudi disini umumnya tidak selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menganggap jalanan adalah milik mereka. Sebaiknya hindari mengendarai mobil sendiri. Parkir di Marseille juga menjadi masalah tersendiri. Karena banyak jalan-jalan sempit sehingga sulit mendapatkan tempat parkir. Semakin lama, hal ini masalah parkir ini semakin sulit diatur. Jadi sebaiknya, tinggalkan mobil dan gunakan transportasi umum, atau mengapa tidak mencoba berjalan kaki ?

Bila ingin menyewa kendaraan, Anda harus berusia minimal 21 sampai 25 tahun. Pengendara harus mempunyai SIM (lokal atau internasional)  yang telah berlaku selama minimal setahun. Persyaratan lainnya bila ingin berkendara di Prancis adalah Anda harus di tanggung oleh asuransi. Biasanya biayanya sudah termasuk dalam harga sewa. Perusahaan penyewaan kendaraan biasanya mempunyai konter di bandara dan stasiun kereta api (stasiun SNCF St Charles), seperti Avis, Europcar, Hertz dan National/Citer.

Uniknya, di Marseille juga tersedia tempat penyewaan sepeda. Biaya sewanya gratis untuk setengah jam pertama, lalu dikenakan 1 Euro per jamnya. Cara penyewaan sepeda ini dioperasikan dengan mesin. Bila Anda masih ragu untuk melakukannya, para petugas di Pusat Informasi Turis di rue La Canebiere 4 akan menjelaskannya dengan senang hati. Bersepeda sambil berwisata di Marseille cukup menyenangkan kok.

PENGINAPAN

Lelah setelah seharian menjelajahi berbagai obyek wisata ? Saatnya beristirahat, merebahkan diri di kasur yang empuk dan nyaman. Berbagai jenis penginapan tersedia di kota Marseille, mulai hotel berbintang 5 sampai hostel murah untuk para backpacker. Penginapan di Marseille dapat dikategorikan menjadi 3 berdasarkan harga, yakni kategori ‘mewah’ (diatas 200 Euro), ‘menengah’ (100 – 200 Euro) dan ‘murah’ (sampai dengan 100 Euro). Sebut saja hotel di kawasan Le Vieux Port seperti Radisson Blu hotel, Grand Hotel Beauvue, Mercure Marseille Centre Viex Port, Novotel Marseille dan apartemen Adagio Marseille Republic yang berbintang 4, menawarkan kamar-kamar yang menghadap pantai dan pelabuhan. Harga per malam nya rata-rata 1,5 juta rupiah ke atas. Atau hotel-hotel di pusat kota yang relatif lebih murah seperti hotel Sylvabelle atau Le Petit Paris. Agak susah memang menemukan penginapan murah disini. Tapi London Connection Hostel dan La Cigale et la Fourmi  mungkin bisa dijadikan alternatif bagi para backpacker yang mencari penginapan murah. Meskipun kecil tapi fasilitasnya cukup lengkap seperti laundry, dapur untuk umum, WiFi dan penyewaan komputer.

Page-10

TEMPAT-TEMPAT BELANJA

Tak puas rasanya apabila wisata tidak diisi dengan waktu untuk berbelanja, apalagi turis Indonesia yang terkenal suka berbelanja oleh-oleh. Sebagai kota terbesar kedua di Prancis, Marseille menawarkan beberapa tempat belanja terbaik selain Paris, seperti pusat perbelanjaan di rue Paradis, rue de Rome, rue Saint Ferréol serta rue Canebière. Wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh, bisa menghabiskan uangnya di sini, dari mulai sepatu dan kacamata bermerek seperti Gucci atau Giorgio Armani, tas Louis Vuitton sampai ke arloji Rolex dengan harga yang selangit.

Cenderamata yang biasa dibeli orang sangat beragam, mulai dari barang kerajinan tangan khas Provence, topeng khas Afrika, wewangian dari bunga lavender sampai sabun dengan merek savon de Marseille dan santons (ukiran dari kayu atau keramik), juga berbagai jenis permen. Anda juga harus mencoba biskuit navettes, biskuit berbentuk kapal dengan rasa jeruk manis yang lezat. Dapat dibeli di Le Four des Navettes, 136 rue Sainte, 7e. Bagi teman atau keponakan yang pecinta sepakbola, Anda bisa membelikan cenderamata seperti gantungan kunci, jaket atau kaos berlogo klub sepakbola ditoko resmi Olympique de Marseille yang terletak di pusat kota.

Banyak orang lebih senang belanja di Marseille daripada di Paris karena menurut mereka harganya jauh lebih murah. Dapat dimaklumi, karena Paris memang terkenal dengan pusat mode sehingga wajarlah apabila barang-barang yang dijual pun menjadi lebih mahal. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengisi tas Anda dengan oleh-oleh dari Marseille.

Pusat perbelanjaan ini sangat ramai dan dipenuhi orang setiap harinya, terutama remaja-remaja seperti kebanyakan di pusat perbelanjaan lainnya. Biasanya, mereka berbelanja pada siang hari setelah waktu makan siang, sampai saat toko-toko mulai tutup pada pukul 19.00. Seringkali mereka hanya duduk mengobrol di cafe-cafe menghabiskan waktu dan menikmati sinar matahari, terutama pada musim panas.

Biasanya, pada bulan Januari –Februari dan Juli-Agustus setiap tahunnya yang merupakan pergantian musim, merupakan bulan “solde” atau “obral”. Wisatawan yang berkunjung ke Prancis pada bulan-bulan tersebut dapat memanfaatkan waktunya dengan berbelanja dengan harga diskon. Bahkan kalau beruntung, Anda bisa mendapatkan berbagai aksesoris bermerek dengan harga yang sangat miring.

 Kalau budget Anda terbatas, Anda bisa berbelanja di “les Puces”, pasar murah yang terdapat di  130 chemin de la Madrague Ville, 15e. Disini dijual berbagai macam barang dengan harga terjangkau,seperti koper, tas, sepatu, pakaian dan lain-lain. Pasar ini buka pada hari Selasa sampai Sabtu mulai pukul 08.00 – pukul 12.00 dan pukul 14.00 – pukul 18.00, Minggu buka pada pukul 08.30 – 13.00.

Centre Bourse, yang terletak tepat di belakang Vieux Port, mempunyai pusat perbelanjaan diatas gedung parkirannya. Tempat ini dari luar tampaknya agak gelap, tapi bagian dalamnya sarat dengan berbagai macam barang fashion berlabel designer terkenal. Terdapat sekitar 60 toko yang tersebar di lantai 3, yang beberapa diantaranya tidak ditemukan di tempat lain di Marseille. Letaknya yang strategis, membuat pusat perbelanjaan ini mudah dicapai. Toko-tokonya buka pada hari Senin sampai Minggu mulai pukul 08.00 – 12.00 dan pukul 14.00 – 19.00, meskipun beberapa diantaranya tetap buka pada waktu makan siang. Sebagian besar toko tutup pada hari Minggu.

Barang-barang yang dibeli dikenai pajak yang beragam mulai dari 5% (untuk makanan) sampai 19,6% (untuk barang mewah).  Di negara-negara yang menjadi tujuan belanja seperti Prancis, Anda dapat melakukan klaim pajak atas barang belanjaan yang dibeli dengan nominal tertentu. Pastikan untuk menyimpan semua struk belanja lengkap dan mencari tahu informasi tentang aturan tax refund di negara ini.

 

KULINER

Marseille menawarkan segudang pilihan kuliner, mulai dari hidangan tradisional khas Provençe sampai beragam hidangan internasional. Menu khas lokal seperti bouillabaisse yang sudah terkenal ke manca negara, juga ratatouille, pieds et paquets, soupe au pistou, bourride, aioli, tapenade dan lain-lainnya. Perlu dicatat bahwa banyak restoran yang tutup pada hari Minggu dan terkadang di bulan Agustus. Sebaiknya Anda menelpon dulu sebelum kecewa.

Restoran di Marseille juga dikelompokkan dalam 3 kategori harga : ‘mahal’ (lebih dari 60 Euro), ‘sedang’ (20 – 60 Euro) dan ‘murah’ (sampai dengan 20 Euro). Kisaran harga ini adalah untuk hitungan satu orang per sekali makan (hidangan pembuka, utama dan penutup), ditambah dengan sebotol anggur rumahan termurah. Belum termasuk pajak dan atau biaya pelayanan, kecuali sudah disebutkan di daftar menu.

Yang termasuk kategori restoran “Mewah” antara lain L’Epuisette (beralamat di Vallon des Auffes, 7e, Marseille) yang menyajikan hidangan laut lezat yang dibuat oleh juru masak yang jempolan. Restoran ini tutup pada hari Minggu dan Senin, juga dibulan Agustus. Selain itu ada juga Le Miramar (beralamat di 12 quai du Port, 2e, Marseille) yang menyuguhkan kuliner khas daerah Provence yaitu bouillabaise, yang harganya tidak murah, tapi wajar saja karena hidangan ini terdiri dari 9 jenis ikan laut. Disinilah tempat yang tepat untuk mencoba hidangan ini.

Kemudian yang termasuk kategori restoran “Sedang” antara lain Arcenaulx (beralamat di 25 cours Estienne d’Orves, 1e, Marseille). Restoran ini dimiliki seorang pengusaha penerbitan lokal, Jeanne Lafitte. Spesialisasinya adalah hidangan tradisional seperti pieds et paquets dan daube. Restoran ini tutup pada hari Minggu. Selain itu restoran Chez Fonfon (beralamat di 140 rue Vallon des Auffes, 7e, Marseille) yang terletak di tepi pelabuhan nelayan juga menyajikan hidangan laut. Salah satu menu andalannya juga Bouillabaisse.

Bouillabaisse

 

Apakah Anda pecinta masakan Jepang ? Bila ya, jangan kuatir… di Marseille juga terdapat restoran Jepang Kim Do yang terletak di belakang Palais Longchamp (beralamat di 4 rue Capazza, 4e, Marseille). Sushi, sashimi dan hidangan lainnya khas negeri Matahari Terbit ini lumayan lezat. Suasananya menyenangkan dengan pelayannya yang ramah. Anda bahkan bisa menyaksikan juru masaknya menggulung sushi di dapurnya yang sengaja dibuat terbuka. Restoran ini cukup populer di Marseille, jadi sebaiknya Anda memesan tempat dahulu sebelum datang kesana.

Bila Anda ingin makan enak dengan biaya yang “Murah”, datanglah ke La Table Ronde – Taverne Bretonne (beralamat di 24 rue Sylvabelle, 6e, Marseille). Restoran khas Breton ini menyajikan crepe (panekuk) yang diberi sari buah apel serta kue-kue yang enak. Selain itu ada restoran Tunisia di dekat Vieux Port yaitu La Kahena (beralamat di 2 rue de la République, 2e, Marseille). Restoran ini menyajikan masakan khas Tunisia seperti couscous dengan 10 macam variasi menu, termasuk merguez (daging sapi atau kambing yang dibumbui dengan jintan), ikan, ayam dan aneka sayuran. Minuman khasnya adalah teh mint. Restoran Pizzeria Etienne (beralamat di 43 rue de Lorette, 2e, Marseille) dapat menjadi pilihan lain bila Anda penggemar hidangan Italia. Masakan pizza disini merupakan salah satu yang terbaik di Marseille.

KEHIDUPAN MALAM DI MARSEILLE

Bila Anda masih mempunyai sisa energi di malam hari, tak ada salahnya mengintip kehidupan malam di Marseille. Tempat terbaik untuk menyaksikan kehidupan malam disini adalah di Vieux Port, Place Thiars dan Escale Borély, daerah yang berdekatan dengan laut. Disini terdapat cafe, restoran serta klub-klub yang buka di malam hari. Misalnya, Bar de la Marine yang juga terdapat di bagian Selatan Vieux Port, lalu Café de la Plage (beralamat di Avenue Pierre Mendès, 8e, Marseille), sebuah cocktail bar yang menghadap ke laut di dekat pantai Prado, terkenal banyak dikunjungi para pemain selancar muda. Pemandangan ke laut yang indah serta penyajian musik yang baik cukup menjadikan bar ini menjadi pilihan yang favorit. Klub dan bar di daerah ini buka sampai jam 02.00 dinihari setiap hari.

Selain tempat-tempat diatas, ada juga sebuah klub bernama Le Mystik yang merupakan tempat hiburan malam berciri techno-centric, yang banyak dikunjungi mahasiswa dari kampus-kampus universitas di Marseille. Letaknya sekitar 5 km dari pusat kota. Klub ini buka dari pukul 23.00 – 06.00 pagi.

 Bila Anda penggemar live music datanglah ke Dock des Suds (beralamat di 12 rue Urbain V, 2e, Marseille). Tempat ini bersuasana multikultural, menyajikan musik dan artis-artis dari Kamerun, Korea Selatan dan bahkan dari Republik Kongo.

Selain itu, terdapat juga Espace Julien (beralamat di 39 cours Julien, 6e, Marseille) yang menyajikan beragam musik, mulai dari musik Prancis, jazz sampai hip hop. Tempat yang menyajikan live music lainnya adalah La Caravelle (beralamat di 34 quai du Port, Vieux Port, 2e, Marseille) yang setiap hari Rabu dan Jum’at menampilkan musik jazz. Tempat ini merupakah separuh bar dan separuh restoran. Dari balkonnya yang sempit, kita bisa melihat pemandangan ke pelabuhan.

 Marseille juga memiliki sebuah tempat pertunjukan opera, yaitu Opéra de Marseille (beralamat di 2 rue Molière, 1e, Marseille). Gedung opera yang sudah berdiri sejak tahun 1787 ini sekarang telah dibangun kembali setelah habis terbakar dan dapat menampung 1800 penonton.

 ============

Keterangan :

  •  bouillabaisse : sup yang terdiri dari berbagai jenis ikan
  • pieds et paquets : kaki kambing yang dikukus
  • daube : setup daging sapi dengan sayuran, anggur dan bawang
  • ratatouille : tumisan berbagai sayuran seperti tomat, bawang, zucchini, paprika
  • soupe au pistou : sejenis sup kacang polong
  • aioli : saus yang terbuat dari bawang, minyak zaitun dan jus lemon
  • tapenade: saus yang terbuat dari buah zaitun cincang, caper, ikan asin dan minyak zaitun.
  • bourride: sup ikan yang dikentalkan dengan telur
  • couscous : makanan khas Algeria, Maroko, Tunisia terbuat dari butiran-butiran gandum
Advertisements

4 comments on “Pesona Pantai Mediterania di Marseille

What do you think ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s